Tidak ada resep yang sederhana untuk kepemimpinan yang efektif

Tidak ada resep yang sederhana untuk kepemimpinan yang efektif, akan ada banyak sekali jalan yang berbeda – beda untuk kepemimpinan yang efektif. Adalah sangat penting untuk memahami tiga domain utama dari kepemimpinan untuk saling berinteraksi (pemimpin, pengikut dan situasi). Memahami ketiganya sangat penting sebelum kita dapat menarik kesimpulan yang valid dari kepemimpinan yang ada di sekitar kita.

Ketika kita melihat prilaku pemimpin (baik yang terlihat efektif maupun yang tidak efektif), seharusnya kita tidak langsung menyimpulkan sang pemimpin tersebut baik atau buruk atau langkah apa yang tepat dan tidak tepat dari keputusan yang diambilnya. Kita harus memikirkan efektifitas dari perilaku tersebut dalam konteks tersebut dengan pengikut mereka. Sering kali kita hanya menilai pemimpin dan menyimpulkan apakah ia pemimpin yang baik atau buruk dengan cara yang jauh dari konteks.

Sebagai contoh: Kita menilai pemimpin tersebut dari perilakunya dalam meminta nasehat dari bawahannya. Adalah tidak beralasan kalau kita mengatakan bahwa pemimpin yang baik adalah yang sering meminta saran ke bawahan dan pemimpin yang jarang atau tidak meminta saran ke bawahan adalah pemimpin yang tidak baik.

Kesesuaian untuk meminta masukan dari bawahan tergantung kepada banyak faktor seperti bentuk dari masalah yang dihadapi atau kebiasaan bawahan terhadap masalah tersebut. Mungkin bawahan tersebut sudah memiliki banyak pengalaman terkait masalah tersebut sehingga meminta masukan dari mereka untuk menyelesaikan masalah menjadi tindakan yang tepat dalam situasi ini.

Contoh lain: Seandainya kita mendengar bahwa pemimpin tidak menyetujui permintaan cuti bawahan karena ada permasalahan keluarga. Apakah menandakan bahwa ia memiliki kepemimpinan yang buruk karena seperti tidak peduli terhadap kondisi para bawahannya atau apakah hal tersebut kepemimpinan yang baik karena ia tidak mengizinkan persoalan pribadi menganggu misi perusahaan?

Lagi-lagi kita tidak dapat menilai dengan cerdas tindakan si pemimpin hanya dengan melihat perilakunya saja. Kita harus menilai kepemipinan dalam konteks pemimpin, pengikut dan situasinya.

Beberapa pernyataan berikut mengenai pemimpin, pengikut dan situasi membuat hal – hal tersebut menjadi lebih sistimatis:

  1. Seorang pemimpin mungkin perlu merespon beragam pengikut secara berbeda walaupun dalam situasi yang sama.
  2. Seorang pemimpin mungkin perlu merespons pengikut yang sama secara berbeda dalam situasi yang berbeda
  3. Pengikut dapat merespon untuk beragam pemimpin dengan sedikit berbeda
  4. Pengikut dapat merespons untuk setiap orang secara berbeda dengan pemimpin yang berbeda
  5. Dua pemimpin mungkin memiliki persepsi yang berbeda terhadap pengikut dan situasi yang sama.

Semua hal di atas mengarah pada satu kesimpulan bahwa :Perilaku yang benar dalam satu situasi bukan berarti perilaku tersebut benar dalam situasi yang lain.

Print Friendly, PDF & Email
Hari

Written by 

admin "Ilmu Itu Tak Ada Yang Tak Bermanfaat"

Leave a Reply

Your email address will not be published.