Strategi dan pengendalian dalam manajemen

Kepemimpinan untuk mengefektifkan organisasi memerlukan strategi dalam mempengaruhi orang lain atau organisasasi  agar memberikan kontribusi secara optimal  dalam mencapai tujuan organisasi.

Perkataan strategi banyak dipergunakan dan populer dilingkungan tentara/angkatan bersenjata terutama dalam masa perang. Perkataan itu juga diartikan sebagai siasat, teknik dan taktik utama dalam menggempur atau menghadapi musuh untuk memenangkan sebuah peperangan sebagai tujuan. Kemenangan adalah tujuan semua anggota pasukan yang berperang, sedang yang mengatur teknik dan taktik peperangan adalah seorang komandan yang harus dipatuhi oleh semua anggota berperang yang dilakukan oleh anggota pasukan, akan berdampak buruk atau sangat fatal berupa kematian atau kekalahan dalam peperangan.

Strategi Kepemimpinan

Strategi kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan mengimplementasikan fungsi – fungsi kepemimpinan yang memberikan jaminan yang tinggi untuk dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan prilaku anggota organisasi , baik secara individu maupun melalaui kelompok kelompok kecik didalam organisasi. Strategi kepemimpinan menurut  H. Hadari Nawawi adalah melaksanakan fungsi – fungsi kepemimpinan yaitu :

  1. Fungsi Pengambilan Keputusan : Pengambilan keputusan memerlukan keberanian, karena setiap keputusan  pasti  memiliki resiko. karena tanpa kemampuan dan keberanian tersebut, pemimpin tidak mungkin menggerakkan anggota organisasinya. Dengan kata lain tanpa keberanian mengambil keputusan seorang pemimpin tidak mungkin mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan perilaku anggota organisasinya.
  2. Fungsi Instruktif : Setiap pimpinan harus memahami bahwa didalam posisi dan perannya secara implisit terdaoat kekuasaan dan/atau wewenang dan tanggung jawab, yang harus dijalankan secara efektif. Salah satu diantaranya adalah kekuasaan dan/atau wewenang memerintahkan anggotanya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota organisasi. Dengan kata lain fungsi instruksi tidak harus dijalankan secara otoriter, yang dapat berdampak pemimpin kehilangan kewibawaannya karena intruksi ditantang atau ditolak dan tidak dilaksanakan oleh anggota organisasi.
  3. Fungsi Konsultatif : Setiap dan semua pimpinan organisasi atau unti kerja dinilai sebagai seseorang yang memiliki kelebihan dari anggota organisasi, baik oleh pihak yang berwewenang mengangkatnya sebagai pemimpin formal, maupun bagi anggota yang mendukung dan mengangkatnya menjadi pemimpin informal. Berdasarkan penilaian itu, maka pemimpin menjadi figur sentral dan tumpuan harapan anggota di lingkungan organisasi yang dipimpinnya. Pemimpin tersebut ditempatkan sebagai tokoh utama yang diyakini mengetahui dan dapat membantu menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh anggota organisasi yang bekerja. Pemimpin dipandang sebagai alamat yang paling tepat untuk berkonsultasi dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah yang beragam di lingkungan organisasinya.
  4. Fungsi Partisipatip : Fungsi partisipatif sebagai strategi kepemimpinan dalam kepemimpinan untuk mengefektifkan organisasi, ibarat pisau bermata dua. Pertama : kemampuan pemimpin mengikutsertakan anggota organisasi sesuai posis dan kewenangannya agar berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang relevan. Membentuk Team Work, Misal Manajemen Pengendalian Mutu Terpadu ( Total Quality Managemen/TQM). Kedua : Kesediaan Pucuk Pimpinan dan pimpinan di bawahnya  untuk berpartisipasi dalam membantu anggota organisasi melaksanakan pekerjaan atau menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Misalnya dengan memberikan petunjuk, pengarahan, berdiskusi , menyelesaikan pekerjaan yang mendesak bersama –sama .
  5. Fungsi Delegatif : Fungsi pendelegasian harus dilaksanakan untuk mewujudkan organisasi yang dinamis dalam mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi dibidangnya, karena tidak mungkin dilaksanakan sendiri oleh pimpinan puncak. Seorang pemimpin sangat memerlukan kesediaan dan kemampuannya mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab pada pimpinan – pimpinan unit kerja di bawahnya.

Pengendalian dalam kepemimpinan

Perkataan pengendalian tidak sama persis dengan perkataan pengelolaan atau manajemen. Arti Manajemen dalam rangka mencapai tujuan organisasi dilakukan melalui unsur – unsur : Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pelaksanaan (Actuating) melalui kegiatan pengarahan, komunikasi, koordinasi dan Pengawasan (Controlling).

Pengendalian dalam kepemimpinan dilaksanakan untuk memperdayakan semua dan setiap angota agar organisasi secara keseluruhan menjadi efektif dalam mencapai tujuannya.

Didalam kepemimpinan kegiatan pengendalian tidak seluruhnya mengimplementasikan unsur – unsur manajemen,  karena inti kegiatannya adalah menggerakkan anggota organisasi yang sifatnya tergantung pada kondisi saat terjadinya interaksi kepemimpinan. Di dalam manajemen, kegiatan pengendalian disebut Monitoring dan Kontrol (Monitoring dan Evaluasi/Monev), yang dilaksanakan melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian dan lain-lain sebagai pengimplementasian fungsi – fungsi manajemen.

Kegiatan Pengendalian dalam kepemimpinan dapat dilakukan melalui atau tanpa rapat atau pertemuan .

Pengendalian melalui rapat  antara lain untuk pengambilan keputusan bersama yang akan menjadi  tanggungjawab bersama pula dalam melaksanakannya

Pengendalian tanpa  melalui rapat  dilakukan apabila menghadapi kondisi yang mendesak, sehingga mengharuskan pemimpin menetapkan keputusan secara tepat.

Print Friendly, PDF & Email
Hari

Written by 

admin "Ilmu Itu Tak Ada Yang Tak Bermanfaat"

Leave a Reply

Your email address will not be published.