Pendekatan Appreciate Inquiry (fokus pada sisi positif) dan discovering ability (menggali kelebihan) untuk melihat hikmah dan kebaikan dari setiap takdir Allah

Sebuah Rumah Sakit di Amerika Ingin meningkatkan tingkat kepuasan konsumennya yang mencapai 80%. Mereka fokus pada 20% konsumennya yang merasa Tidak puas. Mereka bentuk tim utk mendengar keluhan-keluhan konsumen dan melakukan perbaikan. Hasilnya kepuasan konsumen naik tipis tak sebanding dengan usaha. Berulang kali program perbaikan dilakukan, namun hasilnya tidak signifikan.

Lalu mereka mencoba cara lain. Appreciate Inquiry, yaitu fokus pada sisi positif. Mereka fokus pada 80% konsumen yang puas. Mereka perkuat dan tingkatkan segala hal positif yang membuat pelanggan puas. Jika konsumen sudah puas dengan waktu antrian yang kurang Dari 10 menit, maka mereka tingkatkan menjadi kurang Dari 5 menit. Hasilnya di luar dugaan. Tingkat kepuasan konsumen melejit hingga hampir 10%. Meski tak fokus pada konsumen yang tak puas, tapi jumlah mereka menyusut drastis.

Pendekatan Appreciative Inquiry yang diperkenalkan oleh David Cooperrider ini mengubah cara berpikir individu, organisasi, masyarakat yang sering fokus pada hal negatif. Jika kita fokus pada hal positif, maka hal-hal negatif otomatis akan terminimalisir bahkan tereliminir. Sebaliknya jika kita fokus pada hal negatif, maka hal positif cenderung dilupakan. Jika kita fokus pada kekurangan pasangan kita, maka kita Akan menemukan banyak kesalahan sebanyak bintang di langit. Tapi jika kita fokus pada kebaikan, maka kita Akan melihat matahari yang sinarnya terang sehingga bintang2 tadi menjadi sirna.

Jika sakit kanker, kedokteran Barat Akan fokus pada menghilangkan sel kanker. Sementara Ilmu kesehatan timur justru fokus menguatkan bagian tubuh yang sehat. Ketika kondisi tubuh fit, sel kanker akan terdesak.

Dalam salah satu bukunya, Malcolm Gladwel menceritakan tentang penanganan para kiriminal di sebuah negara bagian di Amerika. Pemerintah yang fokus pada para penjahat, memenjarakan setiap kriminal, justru malah menimbulkan masalah lebih kompleks: anggaran penjara yang meningkat, semakin banyak keluarga broken home karena ditinggal ayah yang masuk penjara. Dia memberikan perbandingan yang Kontras dengan Negara bagian lain yang melakukan pendekatan berbeda, fokus pada penguatan sistem masyarakat, bukan fokus pada menghukum. Hasilnya jauh lebih baik.

Gobin Vashdev penulis Buku Happiness Inside, menceritakan tradisi unik sebuah suku di Indonesia Timur. Untuk “menghukum” seorang pencuri ayam, semua warga akan berdiri melingkar mengelilingi si pencuri. Secara bergiliran setiap warga akan maju menghampiri si pencuri memberikan seekor ayam sambil menyampaikan semua kebaikan pencuri ayam itu. Jika Ada 100 Warga, maka si pencuri Akan mendapat 100 ayam, dan mendengar ratusan kesan kebaikan dirinya. Tak ada hinaan atau cacian. Sistem ini telah terbukti efektif mencegah “kriminal” kumat lagi. Berbeda dengan sistem penjara. Seorang pencuri ayam, setelah keluar penjara naik pangkat jadi perampok atau pembunuh.

Dalam dunia pendidikan, seorang pendidik harus menggunakan pendekatan menggali kelebihan (discovering ability) bukan mengorek kekurangan (discovering disability). Misalnya saat melihat anak melamun, pendidik yang cenderung discovering disability akan berkataa,

“Melamun Saja! Dasar pengkhayal! Ayo kerjakan tugas!”

Dengan kacamata discovering disability melamun adalah hal negatif yang tak ada gunanya. Seorang pendidik yang menggunakan discovering ability bisa melihat sisi positif Dari melamun dengan mengatakan,

“Wah kamu hebat selalu berimajinasi. Pasti kamu bisa jadi penulis atau penyair. Penulis hebat, selalu mengerjakan tugas lho”

Orang yang menerapkan appreciative inquiry dan discovering ability pasti akan selalu mampu melihat hikmah dan kebaikan dari setiap taqdir Allah. Mereka selalu berhusnuzhan kepada Allah dan mengapresiasi manusia dan alam.

Saat Nabi Isa as dan murid2nya melihat bangkai anjing murid2nya merasa jijik dan menutup hidung. Tetapi nabi Isa malah tersenyum sambil berkata, “Alangkah putih bersih gigi anjing itu”. Manusia dengan jiwa yang bersih selalu bisa menemukan hal baik, bahkan dari seonggok bangkai hewan yang menjijikan.

Artikel ini merupakan kumpulan share facebook dari Dr. Krismadinata, dosen Pasca Sarjana fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Mudah2an artikel ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya, dan memberikan pahala bagi yang menuliskannya.

 

Print Friendly, PDF & Email
Hari

Written by 

admin "Ilmu Itu Tak Ada Yang Tak Bermanfaat"

Leave a Reply

Your email address will not be published.