Mitos-mitos dalam kepemimpinan

Keyakinan yang tidak berdasar dan tertutup (membatasi diri) tentang kepemimpinan memberikan hambatan yang besar terhadap perkembangan kepemimpinan. Berikut ini beberapa keyakinan (mitos) seputar kepemimpinan yang berpotensi besar menghalangi proses memahami dan mengembangkan kepemimpinan.

  1. Kepemimpinan yang baik hanya bermodalkan akal sehat (common sense)

Mitos ini menyatakan bahwa seseorang hanya membutuhkan pemikiran yang masuk akal (common sense) untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Pernyataan ini menyiratkan bahwa sebagian besar (jika tidak semuanya) studi-studi tentang kepemimpinan yang dilaporkan dalam jurnal-jurnal dan buku ilmiah hanya mengonfirmasi yang sebenarnya sudah diketahui oleh setiap orang yang memiliki akal sehat (common sense).

Adakalanya kita mendengar sebagian orang atau masyarakat akan berkata ketika ia mendengar hasil penelitian (misalkan studi tentang prilaku manusia) : “siapa yang butuh penelitian untuk mempelajai hal itu? Selama ini toh saya sudah mengetahuinya”. Meskipun demikian beberapa eksperimenpemimpin-amanah menunjukkan fakta mengenai sesuatu hal akan lebih mengejutkan bagi orang yang harus menebak hasil eksprerimen daripada oran gyang diberi tahu hasil dari eksperimen terse
but. Sesuatu yang kita lihat jelas setelah terjadi berbeda dengan yang kita prediksi akan terjadi.  Memang sesuatu akan terlihat lebih jelas setelah hal tersebut terjadi.Satu tantangan dalam memahami kepemimpinan adalah mengetahui kapan common sense dapat digunakan dan kapan tidak digunakan.

Apakah para pemimpin harus bertindak dengan yakin? Tentu saja iya. Tapi mereka juga harus merendahkan hati untuk mengakui bahwa pandangan orang lain juga bermanfaat.

Apakah para pemimpin harus bertahan di masa-masa sulit? Tentu saja iya. Tetapi mereka harus menyadari bahwa ada saatnya untuk mengubah arah kepemimpinan bila dibutuhkan.

Jika kepemimpinan itu tidak lebih dari sekadar common sense, maka seharusnya hanya sedikit saja (jika ada) masalah – masalah yang akan timbul di tempat kerja.

  1. Para pemimpin dilahirkan bukan dibentuk

Sebagian orang percaya bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin tergantung apakah ia memiliki gen pemipin atau tidak.

Sebagian lain berpendapat bahwa pengalaman hidup akan membentuk seseorgan dan tidak seseorangpun yang dilahirkan sebagai pemimpin.

Manakah diantara kedua pernyataan di atas yang benar?

Kedua pandangan tersebut bisa saja benar karena faktor bawaan lahir serta pengalaman hidup dapat mempengaruhi banyak perilaku, termasuk perilaku kepemimpinan. Meski demikian kedua pandangan tersebut juga bisa salah selama mereka menyiratkan bahwa kepemimpinan tersebut bawaan lahir atau diperoleh dari pengalaman.

Yang paling penting adalah bagaimana kedua faktor tersebut saling berinteraksi sehingga dapat memaksimalkan setiap peluang kepemimpinan yang dihadapi seseorang.

  1. Satu-satunya cara mempelajari kepemimpinan adalah lewat pengalaman hidup

Beberapa orang yang meragukan bahwa kepemimpinan dapat dikembangkan melalui sekolah formal, memiliki keyakinan bahwa kepemimpinan dapat dipelajari hanya melalui pengalaman nyata di kehidupan sehari-hari.

Pendapat ini tentu saja salah jika berpikir bahwa belajar di sekolah formal dan belajar melalui pengalaman adalah dua hal yang berbeda dan bertolak belakang. Nyatanya kedua hal tersebut saling melengkapi satu sama lainnya.

Daripada bertanya apakah kepemimpinan berkembang dari sekolah formal atau pengalaman nyata, lebih baik kita bertanya jenis studi seperti apa yang dapat membantu mahasiswa untuk menarik pelajaran/hikmah yang penting tentang kepemimpinan dari pengalaman pribadi mereka masing-masing.

Salah satu keuntungan mempelajari kepemimpinan secara formal adalah bahwa pendidikan formal memberikan beragam persfektif untuk mengkaji sebuah situasi kepemimpinan kepada para mahasiswanya.

Dengan mempelajari persfektif yang berbeda yang telah didefinisikan dan dikaji oleh sejumlah pakar, mahasiswa dapat  menggunakan definisi-definisi serta teori-teori tersebut untuk memahami yang terjadi dalam situasi kepemimpinan seperti apa pun dengan lebih baik.

Print Friendly, PDF & Email
Hari

Written by 

admin "Ilmu Itu Tak Ada Yang Tak Bermanfaat"

Leave a Reply

Your email address will not be published.