Mengenal dan memahami teori kepemimpinan

Apakah itu kepemimpinan? Kepemimpinan merupakan fenomena kompleks yang melibatkan pemimpin, para pengikut dan situasi.Beberapa peneliti memusatkan perhatiannya pada kepribadian, karakter fisik, atau situasi prilaku si pemimpin. Sementara yang lain mempelajari hubungan antara para pemimpin dengan pengikutnya. Peneliti yang lain juga ada yang mempelajari aspek situasi dapat mempengaruhi para pemimpin tersebut utuk bertindak.

Bahkan sejumlah peneliti memperluas pandangan terakhir mereka hingga lebih jauh menyatakan bahwa kepemimpinan itu sebetulnya tidak ada. Mereka berpendapat bahwa sukses atau tidaknya sebuah organisasi sering kali salah diatribusikan kepada pemimpin organisasi tersebut, tetapi mungkin saja justru faktor situasilah yang sebenarnya memiliki dampak yang lebih besar pada keberfungsian sebuah organisasi, bukan faktor individu di dalamnya termasuk juga pemimpinnya.

Untuk memudahkan memulai memahami kompleksnya konsep kepemimpinan ada baiknya kita awali dengan melihat cara bagaimana kepemimpinan itu didefinisikan. Berikut ini beberapa definisi tentang kepemimpinan yang telah diungkapkan oleh para pakar atau peneliti tentang kepemimpinan:

  1. Kepemimpinan adalah proses ketika seorang atasan mendorong bawahannya untuk berprilaku sesuai keinginannya.
  2. Mengarahkan dan mengoordinasikan kerja anggota kelompok
  3. Hubungan antar personal yang di dalamnya setiap anggota patuh karena memang mereka ingin patuh, bukan karena mereka harus patuh
  4. Sebuah proses mempengaruhi sebuah kelompok yang terorganisasi untuk mencapai tujuan kelompok
  5. Tindakan-tindakan yang menitikberatkan pada sumber daya yang dimiliki kelompok untuk menciptakan peluang-peluang yang diinginkan.
  6. Menciptakan kondisi yang kondusif bagi kelompok agar dapat menjadi kelompok yang efektif.
  7. Memunculkan hasil dari anggota tim (hasil akhir dari kepemimpinan) dan kemampuan untuk membangun tim yang solid dan berorientasi tujuan (sarana kepemimpinan) pemimpin yang baik adalah orang-orang yang mampu membangun timnya untuk mendapatkan hasil dalam berbagai situasi.
  8. Bentuk yang kompleks dari pemecahan masalah sosial

Dari beragam pandangan mengenai definisi kepemimpinan tersebut, menyebabkan persfektif yang digunakan oleh peneliti untuk meneliti kepemimpinan juga berbeda-beda. Setiap peneliti memiliki fokus yang berbeda tentang kepemimpinan dan masing-masing dari mereka akan mengisahkan cerita yang berbeda tentang pemimpin, pengikut dan situasinya.

Meskipun banyaknya definisi kepemimpinan tampak membingungkan, namun tetap penting bagi kita untuk memahami bahwa tidak ada definisi tunggal yang paling benar. Keragaman definisi tersebut dapat membantu kita menyadari banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi kepemimpinan, dan banyaknya perspektif yang dapat digunakan untuk memahami kepemimpinan.

Secara komprehensif dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi sebuah kelompok yang terorganisasi untuk mencapai tujuan kelompok.

  • Kepemimpinan adalah ilmu pengetahuan dan seni

Menyatakan kepemimpinan sebagai ilmu pengetahuan sekaligus seni menegaskan bahwa persoalan kepemimpinan dapat ditilik baik dari segi teoritis maupun dari segi praktisnya.

Menjadi pakar dalam studi kepemimpinan tidaklah cukup untuk membuat seseorang menjadi pemimpin yang baik. Beberapa manajer dapat menjadi pemimpin yang efektif tanpa pernah mengikuti kursus atau pelatihan kepemimpinan, dan sejumlah pakar dalam studi kepemimpinan bisa jadi merupakan pemimpin-pemimpin yang buruk.

Namun demikian, mengetahui sesuatu tentang studi kepemimpinan tentunya relevan untuk menghasilkan efektivitas kepemimpinan.

Ilmu pengetahuan mungkin saja bukan prasyarat bagi munculnya efektivitas kepemimpinan, tetapi memahami sejumlah hasil riset utama bahwa kepemimpinan dapat membantu seseorang untuk menganalisis situasi dengan menggunakan berbagaimacam persfektif, sehingga pada saat tertentu akan membantu para pemimpin untuk bertindak lebih efektif.

Karena level kemampuan untuk menganalisis dan merespon situasi tersebut berbeda-beda pada setiap pemimpin, maka kepemimpinan akan selalu menjadi setengah seni dan setengah ilmu.

  • Kepemimpinan adalah rasional dan emosional

Kepemimpinan melibatkan sisi rasional dan emosional dalam pengalaman hidup manusia.

Kepemimpinan meliputi sejumlah tindakan dan pengaruh yang didasari oleh alasan dan logika serta inspirasi dan panggilan jiwa.

Pemimpin itu tidak cukup hanya dengan pintar merespon dengan logika dan prediksi yang penuh perhitungan tetapi juga harus melibatkan unsur unsur emosional yang dimiliki oleh setiap orang yang dipimpinnya.

Setiap orang memiliki pikiran, perasaan, harapan, mimpi, kebutuhan, ketakutan, tujuan, ambisi, kekuatan dan kelemahan yang berbeda-beda, sehingga situasi kepemimpinan bisa menjadi sesuatu yang sangat kompleks.

Karena setiap orang mempunyai rasional dan emosional, maka pemimpin yang baik dapat menggunakan teknik rasional dan daya tarik emosional untuk mempengaruhi pengikut-pengikutnya, tetapi mereka harus menimbang konsekuensi logis dan emosional yang dapat timbul dari tindakan-tindakan mereka.

Jadi, selain pintar mengandalkan perhitungan dan perencanaan, kepemimpinan yang baik juga harus dapat menyentuh sisi perasaan orang lain yang dipimpinnya.

Selain dengan perhitungan dan perencanaan yang baik, kemampuan seorang pemimpin menggugah perasaan orang yang dipimpinnya secara positif, maka akan dapat membuat gebrakan yang luar biasa dalam mencapai tujuan organisasi yang dipimpinnya.

Kepemimpinan dan manajemen

Kata manajemen biasanya mengesankan kata kata efisiensi, perencanaan, pekerjaan tertulis, prosedur, regulasi, kontrol dan konsistensi.

Kepemimpinan biasanya diasosiasikan dengan kata-kata pengambilan resiko, dinamis, kreativitas, perubahan dan visi.

Beberapa orang mengatakan bahwa kepemimpinan pada dasarnya adalah pemilihan nilai sehingga kepemimpinan merupakan aktivitas yang bermuatan nilai, sedangkan manajemen tidak demikian.

Para pemimpin dituntut untuk melakukan hal-hal yang tepat, sedangkan para manajer dituntut untuk melakukan hal-hal secara tepat.

Berikut ini adalah perbedaan antara manajer dan pemimpin

  1. Manajer melaksanakan, pemimpin berinovasi
  2. Manajer memelihara, pemimpin mengembangkan
  3. Manajer mengontrol, pemimpin menginsprirasi
  4. Manajer berpikir jangka pendek, pemimpin berpikir jangka panjang
  5. Manajer bertanya bagaimana dan kapan, pemimpin bertannya apa dan mengapa
  6. Manajer meniru, pemimpin menciptakan sesuatu yang original
  7. Manajer menerima status quo, pemimpin menantangnya.

Kepemimpinan dan manajerial merupakan dua hal vital yang seharusnya saling melengkapi untuk mendukung keberhasilan sebuah organisasi.

Kepemimpinan dan manajemen saling terkait erat, walaupun fungsinya berbeda namun dalam proses kepemimpinan ada saatnya kepemimpinan dan manajemen berjalan secara bersamaan, ada saatnya murni kepemimpinan dan ada saatnya juga murni manajemen seperti gambar beikutkepemimpinan-dan-manajemen

Print Friendly, PDF & Email
Hari

Written by 

admin "Ilmu Itu Tak Ada Yang Tak Bermanfaat"

Leave a Reply

Your email address will not be published.