Dokter Zakir Naik menjawab tantangan Ateis (bagian II)

Dr Zakir Naik : alasan aku mengucapkan selamat kepadamu…karena kebanyakan manusia adalah pengikut buta. Ayahnya orang Kristen, maka dia juga ikut Kristen. Orang tuanya Hindu, maka dia juga hindu. Begitu juga kebanyakan orang Muslim. Tapi kau tidak, kau melakukannya dengan berfikir. Aku tidak tahu apakah orang tuamu seorang Ateis juga?.

Pemuda Ateis : Tidak (orang tuaku bukan ateis)

zakir-naik-menjawab-tantangan-ateis-bagian-1Dr Zakir : ah bagus, jadi kau memang telah berfikir. Dan alasan aku mengucapkan selamat kepadamu, karena kau telah mengucapkan bagian pertama dari syahadat Orang Islam “laa ilaaha atau tidak ada Tuhan”. Kau telah mengucapkan separuh kalimatnya. Tapi belum mengucapkan bagian keduanya. Kau mengucapkan separuh kalimatnya, jadi kau sudah separuh (setengah) Muslim sekarang. Ateis berarti separuh kalimatnya Laa ilaaha..yang perlu kaulakukan adalah mengucapkan Tidak ada tuhan selain allah, yang akan kita lakukan nanti…Insya Allah. aku mengucapkan selamat kepadamu karena kamu tidak percaya dengan orang-orang lainnya yang mengimani Tuhan yang salah: Yesus atau Ram (atau yang lainnya). Pertama – tama aku harus menghabiskan setengah waktuku untuk mencoba meyakinkan mereka bahwa Tuhan yang mereka sembah itu salah. Sedangkan kau telah percaya bahwa “Tuhan itu tidak ada”. Satu-satunya yang harus kau lakukan adalah membuktikan Tuhan yang benar yaitu Allah yang akan kita lakukan nanti insya Allah.

Saudara…! misalkan ada peralatan yang kau beli. Sebuah peralatan ada di hadapanmu yang tidak ada seorangpun melihatnya di dunia ini. jika aku bertanya kepadamu “siapakah menurutmu orang pertama yang dapat memberitahumu tentang mekanisme dari peralatan tersebut?

Pemuda Ateis itu menyahut : saya sudah pernah mendengar pertanyaan seperti ini sebelumnya dan itu adalah penciptanya.

Dr Zakir Naik : itu penciptanya, benar bukan? Jadi pencipta peralatan itu adalah orang yang pertama yang dapat memberitahumu tentang mekanisme objek peralatan tersebut. Kau mungkin menyebutnya pencipta, atau pabrik atau penemu, pembuat atau apapun itu yang penting maksudnya sama. Sekarang aku bertanya kepadamu bagaimana jagat raya ini bisa terjadi?

Pemuda Ateis : kau sekarang akan menyebutkan tentang Big Bang..

Zakir Naik : Tidak, aku bertanya kepadamu. Tolong jangan beritahu aku tentang apa yang akan aku katakan. Aku ingin tahu..aku ingin bertanya kepadamu menurut pengetahuanmu

Pemuda Ateis : tidak, masalahnya aku sudah pernah mendengar hal ini sebelumnya. Aku sebetulnya fans besarmu, kau tahu?

Zakir Naik : Masya Allah, kau rupanya fans ku. Fans secara praktikal atau tidak praktikal? Jika kau fans praktikal, maka kau akan mengikutiku, jika aku salah maka koreksi aku, jika aku benar maka ikuti aku.

Pemuda Ateis : No, aku baru mengetahui tentangmu lebih kurang dua minggu yang lalu sebenarnya.

Zakir Naik :  dalam dua minggu kau bisa menjadi fans besarku, masya Allah. aku sangat senang mendengarnya. Dalam dua minggu dia mengenalku, itu berarti kau tahu tentang penciptaan, big bang, penciptaan yang baru saja kita ketahui di zaman sekarang ini. tetapi telah disebutkan Qur’an 1400 tahun yang lalu di surat ambiya ayat 30….

Pemuda Ateis : aku tahu ayatnya…

Zakir naik : baik lah, kau mengetahuinya?

Pemuda Ateis : ya

Zakir Naik : begitu juga kita baru tahu bahwa bumi itu bulat baru baru ini. padahal Qur’an menyebutkannya 1400 tahun yang lalu di surat an Naziat ayat 30 bahwa bumi itu bulat. Kita dulu mengira bahwa bulan mempunyai cahaya sendir tapi Qur’an menyebutkan 1400 tahun yang lalu bahwa cahaya bulan tidak berasal dari dirinya sendiri melainkan refleksi dari matahari. Siapakah yang mungkin bisa menyebutkan ini? ada lagi tentang biologi, embriologi, genetik. Pertanyaanku “siapa yang mungin menyebutkan semua ini dalam al Qur’an? Jadi jika kau telah mendengar ini, kau pasti juga sudah tahu jawabannya. Siapa yang menyebutkannya dalam al Qur’an? Jawaban yang sama adalah sang pencipta.

Pemuda Ateis menyahut : the creator (sang pencipta)

Zakir Naik : sang pencipta ini yang disebutkan al Qur’an sebagai Allah. jadi itu berarti kau percaya akan adanya sang pencipta. Sang pencipta yang menciptakan manusia, sang pencipta yang menciptakan semua yang ada di jagat raya ini. bisakah seorang manusia menuliskan semua ini (Qur’an)? Jadi apakah kau sekarang percaya tentang adanya sang pencipta?

Pemuda Ateis  menjawab : tapi ada persfekti berbeda..

Zakir Naik : persfektif akan kita bahas nanti.. kau bisa memikirkan ilmu pengetahuan atau kau bisa memikirkan tuhan/ debatnya adalah mana yang harus diikuti?

Pemuda : kita bisa mengikuti keduanya…

Zakir Naik : aku mengikuti keduanya, aku seorang ilmuwan dan aku juga seorang yang beriman pada Tuhan.

Pemuda Ateis : seperti yang kutanyakan di awal sesi, apa yang kutanya tentang terorisme. Aku percaya kau juga tahu bahwa ada beberapa fakta/

Zakir Naik : brother, kita akan membicarakan lagi terorisme nati..

Pemuda Ateis : ya…ya…ya..kau membicarakan kenapa aku tidak percaya…

Zakir Naik : brother, brother, tunggu dulu. Kau bertanya langsung kepadaku tentang bom bunuh diri, pembunuhan terhadap orang tak bersalah, aku telah memberikan jawaban langsung. Sekarang aku yang memberikan pertanyaan langsung kepadamu, kau harus berikan aku jawaban langsung. Kau bertanya kepadaku, dan kau senang dengan jawabanku. Tidak ada keambiguan. Sekarang aku bertanya kepadamu secara langsung, apakah kau percaya terhadap adanya sang pencipta? Kenapa kamu tidak menerima sang pencipta? Aku bertanya kepadamu secara langsung. Kau menanyakan pertanyaan langsung kepadaku dihadapan 30.000 orang, aku memberikan jawaban langsung. Kau tidak percaya pada Tuhan, aku ucapkan selamat kepadamu. Dan sekarang aku telah membuktikan adanya sang pencipta dalam Qur’an. Sekarang aku tanya kepadamu, kenapa kamu tidak percaya adanya sang pencipta?

Pemuda Ateis : aku tidak mengatakan bahwa aku percaya pada sang pencipta. Aku hanya meniru pembicaraanmu.

Zakir Naik : brother, aku tidak memintamu untuk meniruku, tolong, apakah aku memintamu untuk meniruku? Aku bertanya kepadamu siapa yang menulisnya? Kau berkata sang pencipta. Aku tidak mengatakannya, apakah aku yang mengatakannya?

Pemuda Ateis : tidak, tapi itulah yang kau katakan dalam ceramahmu.

Zakir Naik : bahkan aku tidak mengatakannya, tapi penanya yang mengatakannya. Kalau begitu kau belum mendengar ceramahku dengan benar. Seperti yang kau tahu, ketika aku bertanya kepada sang Ateis, dia yang memberikan jawabannya, bukan aku. Itu artinya kau belum mendengar ceramahku dengan benar. Adalah orang-orang sepertimu yang kutanya, dan dia memberikan jawabannya. Sebagaimana kau memberikan  jawabannya sekarang. Apakah aku memintamu untuk meniru atau apakah aku memintamu untuk memberikan jawaban dari hatimu? Jadi itu berarti kau bukanlah orang yang benar-benar jujur ya? Kau bertanya kepadaku saudara, dan aku memberikan jawaban langsung dari hatiku, benar? Aku bertanya padamu, dan kau berikan jawabannya padaku, aku tidak menyuruhmu meniru.

Pemuda Ateis : oke, jika aku berkata bahwa sang pencipta adalah apa yang ingin kau dengar….

Zakir Naik : bukan apa yang ingin aku dengar.

Pemuda Ateis..tidak, tidak , tidak dengarlah secara hipotesis, ya.

Zakir Naik : tidak secara hipotesis

Pemuda Ateis : jika aku berkata bahwa aku percaya pada sang pencipta. Bagai mana jika aku percaya pada sang pencipta pada apa yang tertulis dalam kitab. Tapi aku tidak percaya bahwa apa yang tertulis dalam kitab tidak menjustifikasi segalanya. Kau hanya memberitahuku 6 ayat.

Zakir Naik : benar, sangat bagus, sangat bagus.

Pemuda Ateis : tunggu dulu, kau memberitahuku 6 hal, tapi ada banyak hal dalam hidup ini yang tidak tertulis di sana (dalam Qur’an). Tidak dibahas masalah grafitasi dan yang lainnya. Kau hanya memberitahuku tentang cahaya dari bulan.

Zakir Naik : benar, benar, sangat bagus, sangat bagus. Sekarang saudara ini berkata dia percaya adanya sang pencipta, tapi tidak semuanya ada di sana (Qur’an). Saudaraku, Qur’an ini bukanlah kitab ilmu pengetahuan, melainkan merupakan kitab tanda-tanda. Ini adalah kitab ayat – ayat. Di dalamnya terdapat lebih dari 6000 ayat atau tanda – tanda dan lebih dari seribu ayat berbicara tentang ilmu pengetahuan. Tapi ini bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Tidak tertulis di dalamnya 2 + 2 = 4.  Tapi yang menjadi keindahannya, apa yang ditulis tidak kita ketahui, manusia tidak mengetahuinya sebelumnya…itu artinya sang pencipta yang menulisnya. Jika kitab ini memuat semua ilmu pengetahuan maka buku ini tebalnya akan melebih gedung world trade center (WTC)  atau mungkin gedung Buruj di Dubai, bangunan tertinggi di dunia. Ini bukanlah kitab ilmiah saudaraku. Tolong jangan salah paham. Ini adalah untuk membuktikan kepada para ilmuwan bahwa inilah firman Tuhan. Apa yang harus kau beritahukan kepadaku, untuk menyangganya, kau harus menemukan sebuah kesalahan di dalam al Qur’an. Allah berfirman dalam Qur’an surat an Nisa ayat 82: “maka apakah mereka tidak memperhatikan al Qur’an? Kalau sekiranya Qur’an itu tidak datang dari sisi Allah, tentulah mereka menemukan pertentangan yang banyak di dalamnya” . maka jika bukan dari sisi Allah akan banyak ditemukan kesalahan di dalamnya. Itulah sebabnya aku sering mengatakan : bisakah kau temukan kesalahan di dalam al Qur’an? Jika kitab ini salah maka aku akan meninggalkannya. Jika ini benar, maka kau bergabung denganku, ini ada dua pilihan, bukan satu pilihan.

Pemuda Ateis : tetapi berapa usia al Qur’an. Aku sebenarnya tidak tahu, berapa usianya?

Zakir Naik :Qur’an kira – kira berumur 1400 tahun

Pemuda Ateis : ok…sudah berapa lama manusia mendiami bumi?

Zakir Naik : manusia sudah ada sejak jutaan tahun.

Pemuda Ateis : ok.. aku tidak menantan, jangan salah paham…

Zakir Naik : tapi aku suka kalau ada yang menantangku. Aku suka orang – orang yang menantangku.

Pemuda Ateis : oke, jika kau suka tantangan, maka aku akan memberikanya…ok apakah alasan..bahwa pertama – tama aku percaya bahwa kristen lebih tua dari pada Islam.

Zakir Naik : tidak, tidak, kau salah, kau salah. Kekristenan tidak lebih tua dari pad Islam.

Pemuda Ateis : kalau begitu apa bedanya?

Zakir Naik : Islam sudah ada sejak awal waktu, sejak manusia menjejakkan kakinya di bumi pertama kalinya. Dari manusia pertama Islam sudah ada. Nabi Muhammad adalah Rasul Terakhir. Dia datang sekitar 1400 tahun yang lalu. Dia adalah rasul terakhir. Qur’an adalah wahyu terakhir, bukan wahyu yang pertama. Ini adalah kitab terakhir. Selain itu, Islam sudah ada sejak awal waktu. Isa alaihissalam (Yesus) adalah  muslim menurut Qur’an. Ibrahim adalah Muslim menurut al Qur’an. Semoga Allah swt merahmati mereka semua. Jadi Islam berarti kedamaian yang didapatkan dengan tunduk kepada Tuhan. Sekali lagi Islam sudah ada sejak awal waktu.

Pemuda Ateis : oke, jadi langsung saja, aku bertanya kepadamu bahwa jangka waktu Qur’an lebih pendek daripada jangka waktu manusia.

Zakir Naik : bukan umur Qur’an, Islam sudah ada sejak awal waktu.

Pemuda Ateis : ya saya tau, tapi bukan, bukan itu. Ini tentang al Qur’an, Kitab sucinya. Bukan Islam, kita bisa mengatakan bahwa Islam sudah ada sejak awal waktu. Tapi kenapa al Qur’an ditempatkan di muka bumi setelahnya dan  aku juga ingin menanyakan kepadamu sesuatu yang selalu ingin ku ketahui yaitu teori Darwin tentang evolusi. Aku tahu, banyak kontroversi tentang masalah itu, tetapi apakah kau mempercayai evolusi? Atau kau percaya bahwa manusia ditempatkan langsung, dan segala hal tentang kera yang telah dibuktikan ilmu pengetahuan bahwa manusia berasal dari kera. Apakah kau setuju dengan itu?

Zakir Naik : brother, kau telah menanyakan dua pertanyaan, tak masalah… apakah kau percaya tentang teori Darwin, dan ilmu pengetahuan membuktikan bahwa manusia berevolusi dari kera. Apakah kau percaya padanya atau percaya pada manusia ditempatkan langsung di bumi? Dan pertanyaan kedua adalah kenapa al Qur’an baru diwahyukan 1400 tahun yang lalu bukan dari sebelumnya? Ada dua pertanyaan. Tapi aku ingin mengoreksi dulu pertanyaanmu, bahwa sains atau ilmu pengetahuan belum membuktikan bahwa manusia berasal dari kera. Ini hanyalah teori Darwin bukan Fakta Darwin. Ini masih berupa teori. Tidak ada satu bukupun di muka bumi sekarang ini yang mengatakan Fakta evolusi. Ini masih teori, tidak ada fakta tentang asal usul manusia. Masih berupa teori. Dan agar kau mengetahui, Darwin sendiri mengatakan bahwa, ada rantai yang hilang dalam teorinya.

Jika kau membaca bukunya “The Origin of Species” dia menulis di dalamnya bahwa, dia pergi dengan kapalnya HMS Beagle. Dia pergi ke sebuah pulau yang bernama Colotropis dan di sana dia melihat seekor burung yang melubangi kayu. Berdasarkan dari lubang – lubang di kayu itu, paru burung itu menjadi pendek dan panjang. Berdasarkan pengamatannya itu, dia mengajukan teori seleksi alam. Dia menulis surat kepada temannya Thomas Thompton pada tahun 1861, bahwa “Aku tidak punya bukti untuk mendukung teori evolusiku”. Tapi karena hal ini membuatku punya jawaban ketika menjawab pertanyaan para ahli embriologis dan ahli genetik, inilah alasanku mengajukan teori ini. tapi dia tidak punya bukti. Itulah alasan kenapa di sekolah kami,  kau tahu untuk bercanda kami sering mengatakan “jika kau ada di masa Darwin, Darwin mungkin terbukti benar”. Itu kami katakan ketika kami mencela teman bahwa dia adalah seekor kera. Ada rantai yang hilang.

Lebih jauh, semua 3 tahap sekarang, ilmu pengetahuan sudah maju, kita semua sekarang sudah tahu bahwa manusia pertama adalah Otzi, manusia Es. Tahap selanjutnya adalah manusia Neandhertal, Cro Magnon. Semua tahap yang kita miliki sekarang tentang manusia, tidak ada hubungan diantara mereka. Ada hal tertentu yang dikatakan Darwin, bahwa kehidupan berasal dari air, aku setuju dengannya. Qur’an juga berfirman dalam surat al Ambiya ayat 30 : “dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup” aku mempercayainya.  Tetapi ketika dia mengatakan bahwa kita berevolusi dari satu spesies ke spesies lainnya, ini adalah hipotesis.

Menurut ahli biologi molekul P.P Grasse, yang mengadakan seminar di Universitas Paris, Dia berkata bahwa hal ini (evolusi) adalah sebuah imajinasi manusia yang terlalu berfantasi untuk mengatakan bahwa kita berevolusi dari kera. Jika hal itu benar, maka kita akan menemukan seseorang yang berada di tengah tengah, separuh manusia dan separuh kera. Tapi makhluk yang seperti itu hanya ada di kitab Hindu yaitu Hanoman. Kita tidak menemukan satupun manusia kera di dunia. Apakah kau menemukannya?

Pemuda Ateis : tidak

Zakir Naik : jadi kenapa? Apakah kau berpikir bahwa evolusi telah berhenti sekarang? Ini hanyalah hipotesis. Dan mayoritas dari ilmuwan zaman sekarang, mereka tidak setuju dengannya. Hanya ada persentase kecil ilmuwan saja yang percaya akan teori Darwin. Aku merasa pengetahuan ilmiahmu belum cukup bagus saudaraku.

Pemuda Ateis : tapi, dr. Naik….

Zakir Naik : tunggu dulu, kau bertanya kepadaku, dan aku harus menjawabnya. Setelah itu kita harus memberikan kesempatan kepada orang lain. Kau sudah bertanya banyak, marih bersikap adil kepada orang lainnya.

Pemuda Ateis : kukira kau akan meras senang, maaf, kukira kau akan senang dengan pertanyaan pertanyaan ini.

Zakir Naik : aku memang senang, selain menyenangkanmu, aku juga harus menyenangkan saudara-saudara non muslim lainnya. Jika yang lain sudah terjawab, aku akan kembali kepadamu. Jadi apa yang kau sadari dengan teori Darwin, saudara, pengetahuan ilmiahmu lemah. Kami berkata, Adam dan Hawa lah manusia yang pertama. Itulah yang difirmankan Allah dalam al Qur’an. Oke, lebih lanjut untuk pertanyaan keduamu, aku harus menjawab pertanyaanmu. Aku belum menjawab pertanyaan keduamu, kau sudah mulai lompat ke pertanyaan yang ketiga.  Itu artinya kau tidak mendengarkanku atau kau melupakan pertanyaan keduamu. Itu artinya kau bukan seorang penanya yang baik.

Sekarang kau bertanya kenapa Qur’an baru diturunkan 1400 tahun yang lalu, kenapa tidak dari sebelumnya? Kau tahu bahwa putraku dia ingin menjadi dokter. Dia berkata kepadaku “Ayah, kenapa kau menempatkanku di sekolah biasa, kenapa kau tidak langsung menempatkanku di universitas kedokteran saja?”. Nak, pertama-tama pergilah ke sekolah taman kanak – kanak, setelah itu masuklah ke sekolah selanjutnya, maka lanjutkan ke sekolah yang kedua, setelah itu masuklah keperkuliahan, masuklah ke kedokteran. Aku tidak bisa langsung menempatkannya di universitas kedokteran, kenapa? Karena kau harus mengetahui dasar-dasarnya dulu. Begitu juga dengan Allah adalah pencipta kita. Dia terus menerus mengirimkan wahyu kepada kita manusia sejak dari pertama. Ketika Allah meras bahwa 1400 tahun yang lalu merupakan waktu yang tepat bagi manusia untuk menerima pesannya itu, maka Allah mewahyukannya (al Qur’an). Dia pencipta kita dan Dia lebih tahu daripada Aku dan Kau.

1400  tahun yang lalu, Dia mewahyukan pesan terakhirnya kepada rasul terakhirnya Muhammad saw. Dan disebutkan dalam al Qur’an surat al Maidah ayat 3 : “Pada hari ini telah kusempurnakan untuk mu agama mu, dan telah kucukupkan nikmatku atas mu dan telah ku ridhoi Islam itu menjadi agamamu.” Setelah ini tidak adalagi yang dapat ditambahkan dan dikurangkan kepada dasar – dasar Islam. Itu saja. Jadi Tuhan mengetahui kapan kita dapat menyerap pesan Qur’an dan inilah pesan terakhir, rasul terakhir Muhammad saw. Tidak adalagi rasul lain setelahnya. Aku berharap ini menjawab pertanyaanmu, dan aku harap kau bisa menerima selain menjadi fansku, kau juga menerima pengajaranku, Insya Allah.

Pemuda Ateis : Mungkin lain kali jika kau datang lagi ke sini.

Zakir Naik : kalau kau memberitahuku, aku akan datang lagi besok. Aku punya waktu besok, aku akan datang secepatnya hanya untuk mu.

Print Friendly, PDF & Email
Hari

Written by 

admin "Ilmu Itu Tak Ada Yang Tak Bermanfaat"

Leave a Reply

Your email address will not be published.